Gunung Merapi kembali meletus. Suara gemuruh yang sangat besar terdengar sejak menjelang tengah malam. Gemuruh menggelegar itu membuat panik warga
Jumat 5 November 2010 dini hari, lalu lintas tiga jalan sangat cukup padat. Kepadatan terlihat terutama oleh sepeda motor, mobil, dan truk.
Mobil truk terlihat turun dari kawasan Kaliurang atas menuju Ring Road Utara. Warga yang panik akibat gemuruh keras itu langsung memadati jalan dan berusaha untuk mencari tempat yang aman.
Tidak hanya gemuruh, hujan abu dan kerikil pun dirasakan warga Kota Yogyakarta. Partikel pasir yang berukuran lebih besar itu sangat terasa di tubuh apalagi saat mengendarai sepeda motor. Belum lagi suara partikel pasir yang lebih keras dari abu.
"Hujan kerikil cukup besar ukurannya, bahkan suara gemuruh dan getaran terus menerus. Warga panik dan berhamburan keluar dari rumah," kata Harry Dharmawan warga Sinduhardjo, Ngaglik, Sleman, DIY.
Sebelum terjadi letusan besar Gunung Merapi, Senin (1/11) kemarin sekitar pukul 10.00, ada fenomena menarik terlihat dari Puncak Gunung Merapi. Sekitar pukul 05.00 asap solfatara di puncak terlihat siluet membentuk sebuah gambar tokoh pewayangan Petruk.
Di pagi buta fenomena itu tiba-tiba muncul dan menggegerkan masyarakat di lereng Gunung Merapi sisi barat Kabupaten Magelang. Asap solfatara itu menggambarkan Petruk tokoh punakawan dalam kitab Mahabarata. Ciri khas hidungnya yang panjang dan kulitnya yang hitam terlihat bertengger di puncak gunung.
Apa yang terjadi sebenarnya, fenomena siluet itu memunculkan tokoh Petruk yang jenaka. Apakah itu bertanda bahwa erupsi gunung merapi hanya sebagai gurauan belaka atau ancaman serius. Setelah
Dia menceritakan, kepercayaan warga di Lereng Merapi, Mbah petruk adalah jelmaan dari Sabdo "Palon Noyo Genggong". Menurutnya, sabdo palon noyo genggeong adalah salah satu penasehat Prabu Brawijaya V. Sesuai dengan serat "Darmogandul" dan ramalan Joyoboyo.
Pada masa kerjaaan Demak, lanjut dia, Prabu Brawijaya mengasingkan diri ke Gunung Lawu sedangkan penasehatnya tersebut mengasingkan diri ke Gunung Merapi. "Sabdo Palon Noyo Genggong atau yang lebih kemudian lebih dikenal perwujudan Mbah Petruk yang bersumpah suatu saat akan menagih janji pada penguasa tanah jawa," katanya.
Menurutnya, siluet Mbah Petruk yang terbentuk dari asap sulfatara tentu ada suatu makna yang mendalam, jika diotak-atik terkait dengan bencana. Tak lama setelah munculnya fenomena itu, Mbah Petruk meninggalkan gumpalan awan panas. "Muncul Mbah Petruk bukan hanya petanda munculnya awan panas kali ini. Ini menandakan letusan dengan kekuatan besar akan muncul lagi. Ini berdasarkan keyakinan otak-atik ilmu Jawa, maka masyarakat harus tetap waspada," katanya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar